Kepala gatal, apa bisa? Penyebab, penyakit dan pengobatan

Kepala gatal tidak hanya mengiritasi kulit tetapi juga pikiran. Ketidaknyamanan di kulit kepala membuat stres. Ternyata, iritasi ini mungkin bukan sekadar gatal-gatal rutin, karena bila terus berlanjut bisa jadi gejala penyakit yang menyerang kulit di daerah kepala.

Namun, jangan kaget pada awalnya, karena menggaruk kepala adalah hal yang normal, tetapi berhati-hatilah. Iritasi pada kulit ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti setrika datar, pengering, alergi, iritasi akibat sampo atau krim. Pada kasus yang lebih parah, dermatitis dan psoriasis bisa menjadi penyebabnya.

Anda merasa ingin menggaruk kepala hanya dengan membaca, bukan? Tetapi yakinlah, ada beberapa tindakan pencegahan dan tip yang dapat mencegah kejahatan ini dan tidak akan menghabiskan banyak uang atau waktu. Gatal bisa bersifat sementara jika Anda mengidentifikasi masalahnya dan tahu bagaimana mengatasinya. Mari kita lihat selanjutnya!

Penyebab kepala gatal

1 - Dermatitis seboroik

Dermatitis seboroik adalah pengelupasan kulit disertai bintik-bintik merah, lebih sering terjadi pada kulit kepala, menyebabkan rasa gatal yang dapat menyebabkan lesi kulit.

Namun, ini adalah penyakit yang tidak bisa disembuhkan, datang dan pergi sepanjang hidup. Menurut para ahli, dermatitis seboroik terjadi akibat peningkatan sebum di kulit kepala, imunitas yang rendah, stres bahkan infeksi yang disebabkan oleh jamur, namun gejalanya dapat dikontrol dengan penggunaan obat atau produk khusus yang diindikasikan oleh tenaga ahli.

2 - Kurap di kulit kepala

Juga dikenal sebagai Tinea Capitis, kurap pada kulit kepala adalah infeksi yang disebabkan oleh jamur yang kadang-kadang menyebabkan ketombe, gatal-gatal dan rambut rontok, dan bahkan dapat menimbulkan nyeri yang menyakitkan di leher.

Karena menular, disarankan agar Anda tidak berbagi benda rambut pribadi dengan orang lain.

Selalu mencari profesional untuk perawatan yang lebih baik.

3 - Pedikulosis - Kutu

Pedikulosis tidak lebih dari serangan kutu, sangat umum pada anak-anak yang dapat ditularkan kepada orang-orang di rumah yang sama. Di sisi lain, masalah ini bisa diatasi dengan mudah.

Pertama-tama, gunakan sampo perawatan vas Permethrin 5%, seperti Kwell, Piosan atau Paranix, selain menggunakan sisir setiap hari sampai penyusup padam.

4 - Alergi pada kulit kepala

Saat menggunakan kosmetik rambut, apakah itu pewarna, sampo, krim, atau masker, siapa pun rentan terhadap reaksi yang tidak terduga. Singkatnya, di antara iritasi, gatal, kemerahan, lesi, scaling dan bahkan sensitivitas tinggi dapat terjadi di wilayah tersebut.

Untuk mengidentifikasi masalah dan pengobatan yang efektif, carilah dokter kulit yang mungkin akan merekomendasikan obat kortikosteroid atau antihistamin sistemik. Selain itu, salep, lidah buaya, atau krim khusus dapat diresepkan.

5 - Folikulitis

Folliculitis adalah peradangan tempat rambut tumbuh, mempengaruhi berbagai bagian tubuh. Pada kulit kepala misalnya, muncul akibat minyak berlebih dan memiliki dua jenis:

  1. Folliculitis decalvans : menyebabkan rambut rontok dan mungkin memiliki efek yang tidak dapat diubah.
  2. Folikulitis keloid : kabel lahir sangat melingkar di dalam kulit kepala, yang dapat menyebabkan jaringan parut.

Karena itu, jika Anda mengetahui bahwa Anda memiliki folikulitis pada kulit, temui dokter kulit.

6 - Psoriasis dan penyakit lainnya

Psoriasis merupakan penyakit autoimun yang penyebabnya belum diketahui, hanya diketahui dapat diturunkan. Dengan demikian, penyakit ini memanifestasikan dirinya melalui plak merah bersisik dan dapat terjadi tidak hanya di kepala, tetapi juga di semua bagian kulit lainnya. Namun, tidak ada obatnya dan tidak menular, tetapi ada perawatan untuk mengurangi efeknya.

Untuk mengidentifikasi penyakitnya, perlu mencari dokter kulit, lebih disukai spesialis psoriasis, sehingga pengobatan terjadi lebih efisien dan tepat waktu.

Tips menghentikan rasa gatal di kepala

1 - Cuci rambut Anda secara teratur.

Pembersihan rambut secara teratur membantu mencegah iritasi kulit kepala. Dengan cara ini, Anda mencegah masuknya jamur, bakteri, ketombe dan kutu rambut. Namun, lihat jadwal rambut terbaik dan rutinitas mencuci untuk jenis benang Anda agar tidak rusak.

2 - Pilih sampo dan kondisioner tanpa zat yang mengiritasi

Shampo dengan pH netral adalah pilihan tepat untuk menghindari alergi yang disebabkan oleh komponen sampo. Jadi rasa gatal yang Anda rasakan mungkin disebabkan oleh alergi terhadap zat tersebut.

3 - Hindari mengaplikasikan kondisioner ke akar

Mengoleskan kondisioner atau krim ke akar rambut bisa menyebabkan alergi dan rasa gatal di kepala. Selain itu, ketombe bisa terbentuk di daerah tersebut. Karena itu, gunakan krim hanya pada panjang kabel.

4 - Kelola penggunaan besi datar, pengering, di antara alat lain yang memanaskan

Menggunakan alat yang memanaskan rambut selain merusaknya juga bisa menyebabkan rasa gatal di kepala. Oleh karena itu, hindari penggunaan setrika datar, pengering, dll secara berlebihan.

5 - Apakah Anda memiliki kepala yang gatal? Cari dokter kulit!

Cara terbaik untuk menghilangkan kepala gatal adalah dengan mencari seorang profesional. Dengan begitu, dokter kulit yang berkualifikasi akan mengamati gejalanya dan dapat membuat diagnosis jika rasa gatal itu lebih serius, yang menunjukkan perawatan terbaik untuk mengatasi masalah Anda.

Anda melihat bahwa rasa gatal di kepala bisa jadi sesuatu yang sederhana, tapi bisa juga serius! Manfaatkan informasi ini dan pelajari tentang penampilan rambut: jenis, teknik pencucian, dan tip.

Sumber: Tua Saúde, Derma Club, Hair, Womens Health Brasil.

Gambar: iStock, iStock, iStock, FreePik, Head and Shoulders, Ghanem Group, Drauzio Varella, Blog Bem Estar dan Toda Teen.