Kulit campuran, apa itu? Karakteristik dan perawatan jenis kulit

Setidaknya ada empat jenis kulit yang masing-masing memiliki ciri khas. Yang paling umum adalah kulit campuran, yang tidak benar-benar kering atau benar-benar berminyak. Ciri khasnya adalah campuran antara dua jenis, karena memiliki banyak minyak di dahi, hidung dan dagu, dan sisanya kering.

Oleh karena itu, karena kedua karakteristik tersebut, kulit campuran memerlukan sedikit perawatan, karena perlu menjaga keseimbangan antara sifat berminyak dan kekeringan pada kulit. Oleh karena itu, perlu dicari cara untuk menghidrasi kulit, mengontrol sifat berminyak pada daerah T pada wajah, tanpa mempengaruhi bagian wajah yang kering. Artinya, ia tidak bisa terlalu banyak mengeringkan kulit atau menutrisi terlalu banyak. Dan itu menjadi tantangan nyata bagi orang-orang yang memiliki jenis kulit ini.

Namun meski jenis kulit ini membutuhkan sedikit perawatan lebih, ada beberapa cara untuk mengatasi kulit campuran dengan tetap menjaga keseimbangan di semua bagian wajah.

Karenanya, hari ini kita akan mempelajari lebih lanjut tentang perawatan khusus untuk kulit campuran. Ayolah.

Keseimbangan di kulit campuran

Dalam kasus kulit campuran, produksi sebum terutama terkonsentrasi di daerah dahi, hidung dan dagu, yang disebut zona-T pada wajah. Karena itu, bagian wajah lainnya lebih kering. Oleh karena itu, bagi mereka yang memiliki jenis kulit seperti ini, sangat penting untuk menjaga keseimbangan antara hidrasi kulit dan tindakan pengeringan. Oleh karena itu, Anda harus menghindari produk yang sangat lembut, larutan beralkohol, dan produk yang sangat astringen.

Oleh karena itu, rutinitas perawatan kulit campuran harus memperhitungkan beberapa faktor penting. Diantaranya, kelompok umur orang tersebut, warna kulit, dan iklim tempat tinggal orang tersebut. Semua ini dikombinasikan dengan fotoproteksi, aksi antioksidan dan hidrasi sedang, untuk menjaga kombinasi kulit yang sehat.

Produk untuk kulit campuran di setiap tahap kehidupan

Seperti yang terlihat di atas, perawatan kulit campuran juga tergantung pada usia orang tersebut. Oleh karena itu, pada setiap tahap kehidupan, kulit campuran menuntut jenis perawatan yang berbeda.

  • Dari usia 20 hingga 30 tahun

Pada kelompok usia ini perawatan kulit campur sangat penting, karena kesehatan kulit di masa depan akan sangat bergantung padanya. Oleh karena itu, pada siang hari, penggunaan tabir surya sangat penting, dan dapat berupa penutup warna tradisional atau bahkan, tetapi dengan sentuhan kering untuk mengontrol kecerahan. Pada malam hari, penggunaan antioksidan dengan vitamin C topikal dianjurkan.

  • Dari 30 hingga 40 tahun

Melanjutkan perawatan, penggunaan tabir surya dan antioksidan setiap hari harus dipertahankan. Namun, sekarang dengan penambahan asam yang berkontribusi pada regenerasi kulit, mungkin asam retinoat, misalnya.

  • Pada usia 40

Pada tahap kehidupan ini, sangat penting untuk meningkatkan efek pengangkatan kulit, melalui penggunaan peptida. Biomolekul ini membantu meningkatkan produksi kolagen dan melembabkan kulit

  • Pada usia 50

Sejak usia 50, kulit tidak lagi sama, dan saat itulah kekeringan dan kelembutan dimulai. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengembalikan daya penahan air pada kulit, dan hal ini dapat dilakukan dengan penggunaan pelembab yang sesuai dengan jenis kulit.

Rutinitas perawatan kulit campuran

Rutinitas perawatan kulit campuran sangat penting agar tetap cantik dan sehat. Jadi, mari kita lihat bagaimana seharusnya rutinitas perawatan kulit bagi mereka yang memiliki jenis kulit seperti ini.

Pembersihan

Langkah pertama adalah cleansing, yang penting untuk menjaga keseimbangan kulit, selain mempersiapkannya untuk menerima produk lain. Pembersihan kulit membantu membuka pori-pori sekaligus mengontrol sifat berminyak di zona T. Yang ideal adalah membersihkan kulit wajah dua kali sehari, pagi dan malam, sebelum tidur.

Sedangkan untuk produknya, untuk jenis kulit ini, yang ideal adalah menggunakan sabun khusus, yang melembapkan dan sekaligus mengontrol sifat berminyak. Karena itu, berikan preferensi pada sabun cair atau gel, yang netral dan tidak merusak kulit.

Menyeimbangkan pH kulit

Setelah membersihkan kulit, gunakan lotion tonik atau astringent di zona T, untuk menghilangkan minyak berlebih dari area tersebut. Selain mempersiapkan kulit untuk hidrasi, losion ini juga membantu menghilangkan kotoran dan sisa riasan. Oleh karena itu, lotion harus dioleskan menggunakan kapas, sehingga pembersihan lebih dalam.

Hidrasi

Setelah menyeimbangkan pH kulit dengan tonic lotion, kulit siap menerima hidrasi. Namun, karena kulit campuran memiliki daerah yang lebih kering dan lebih berminyak, yang ideal adalah memilih jenis pelembab yang tidak meningkatkan minyak di daerah T. Ini, pada saat yang sama, melembabkan daerah yang kering. Cari pelembab yang memiliki formula bebas minyak.

Hidrasi merupakan bagian penting dari perawatan kulit, karena merangsang pembaruan sel, mencegah munculnya keriput dan tanda-tanda awal ekspresi. Selain itu tentu saja untuk menjaga jumlah air yang tepat pada kulit. Oleh karena itu, yang ideal adalah mengoleskan pelembab khusus untuk kulit kombinasi dua kali sehari.

Tipnya adalah menggunakan lotion astringent di zona T sebelum mengaplikasikan pelembab. Ini membantu untuk tidak meningkatkan sifat berminyak di area itu.

Tabir surya

Penggunaan tabir surya memang penting untuk semua orang, tetapi dalam kasus mereka yang memiliki kulit campuran, ini bahkan lebih diperlukan. Hal ini karena paparan sinar matahari tanpa perlindungan apapun dapat membuat area kulit yang berminyak semakin berminyak, dan bagian yang kering pun semakin kering. Namun selain itu, paparan sinar matahari juga menimbulkan masalah lain, seperti munculnya keriput, bahkan kanker.

Oleh karena itu penggunaan tabir surya sangatlah penting, untuk melindungi kulit dari sinar matahari, mencegah penuaan, munculnya flek dan kendur. Jadi tipnya adalah menggunakan dua jenis krim, satu dengan pelindung matahari untuk siang hari dan yang lainnya, tanpa SPF untuk digunakan di malam hari.

Pengelupasan

Kulit landasan pacu juga dapat mengalami pengelupasan, tetapi frekuensinya tergantung pada indikasi dokter kulit. Tapi, biasanya bisa dilakukan hingga dua kali seminggu. Namun, perlu dilakukan beberapa tindakan pencegahan, terutama di daerah kering, yang harus dikelupas dengan intensitas yang lebih rendah.

Ngomong-ngomong, apa pendapat Anda tentang artikel ini? Manfaatkan kesempatan ini untuk menemukan makanan yang meningkatkan kualitas kulit.

Sumber: Derma Club ADCOS Minha Vida 

Gambar unggulan: Pesan dengan Cinta

Gambar: VixM untuk Gaya Hidup Wanita ke Menit M untuk Wanita